Postingan

Menampilkan postingan dari September, 2026

SYEKH ABDUL AZIZ BIN ABDULLAH BIN BAZ

 Oleh Ahmad M. Sewang Syekh Abdul Aziz bin Abdullah bin Baz adalah salah seorang ulama terkemuka Arab Saudi pada abad ke-20. Ia pernah menjabat sebagai Mufti Umum Kerajaan Arab Saudi dan dikenal luas melalui pengajaran, fatwa, ceramah, serta karya-karyanya dalam bidang akidah, fikih, dan persoalan keislaman. Situs resmi yang menghimpun warisan ilmiahnya mencatat bahwa beliau lahir di Riyadh pada 12 Dzulhijjah 1330 H dan dikenal karena keluasan ilmu serta pengabdiannya kepada umat. Biografi Singkat Nama: Abdul Aziz bin Abdullah bin Baz Lahir: 12 Dzulhijjah 1330 H/November 1912 M, di Riyadh, Arab Saudi. Pendidikan: Sejak kecil belajar Al-Qur'an dan ilmu-ilmu keislaman kepada sejumlah ulama. Kondisi fisik: Mengalami gangguan penglihatan sejak usia muda dan kemudian kehilangan penglihatannya secara total. Namun, keadaan tersebut tidak menghalanginya untuk terus belajar, mengajar, berdakwah, dan menghasilkan karya-karya keilmuan. Wafat: 13 Mei 1999 M/27 Muharram 1420 H, di Taif, Arab Sa...

PROF. DR. ALI SYARI’ATI: SOSIOLOG DAN CENDEKIAWAN DARI IRAN

 Oleh Ahmad M. Sewang Ali Syari’ati adalah seorang sosiolog, cendekiawan, dan pemikir Muslim asal Iran yang dikenal luas melalui gagasannya tentang sosiologi agama, pembaruan pemikiran Islam, keadilan sosial, dan pembebasan manusia. Pemikirannya banyak membahas hubungan antara Islam, masyarakat, sejarah, dan tanggung jawab manusia dalam mewujudkan kehidupan yang lebih adil. Biografi Singkat Lahir: 23 November 1933, di Mazinan, sebuah desa dekat Sabzevar, Provinsi Khorasan, Iran. Wafat: 18 Juni 1977, di Southampton, Inggris. Ayah: Muhammad Taqi Syari’ati, seorang ulama dan cendekiawan Muslim yang dikenal memiliki perhatian terhadap pembaruan pemikiran Islam. Ali Syari’ati tumbuh dalam lingkungan keluarga yang religius dan intelektual. Pendidikan awalnya ditempuh di Iran. Ia kemudian melanjutkan pendidikan tinggi dan pada tahun 1960 berangkat ke Prancis untuk melanjutkan studi. Di Universitas Sorbonne, Paris, ia memperoleh gelar doktor pada tahun 1964. Selama berada di Prancis, pemik...

PROF. DR. ABDUS SALAM: ILMUWAN MUSLIM PAKISTAN PERAIH NOBEL FISIKA

 Oleh Ahmad M. Sewang  Pada tahun 1964, ia turut mendirikan International Centre for Theoretical Physics (ICTP) di Trieste, Italia. Lembaga ini didirikan dengan tujuan membantu para ilmuwan, terutama dari negara-negara berkembang, Agar dapat mengembangkan kemampuan penelitian dan tetap terhubung dengan perkembangan ilmu pengetahuan internasional. Dengan demikian, Abdus Salam tidak hanya dikenal sebagai ilmuwan yang menghasilkan pemikiran penting dalam fisika teoretis, tetapi juga sebagai tokoh yang berusaha membuka kesempatan yang lebih luas bagi para ilmuwan dari negara-negara berkembang. Abdus Salam dan Perbedaan dalam Kehidupan Umat Islam Dalam pembahasan mengenai Abdus Salam, terdapat pula aspek kehidupan keagamaannya yang tidak dapat dilepaskan dari konteks sejarahnya. Abdus Salam merupakan seorang penganut Ahmadiyah. Hal ini merupakan bagian dari biografinya yang perlu disebutkan secara apa adanya, tanpa harus mengurangi penghargaan terhadap kontribusinya dalam pengemban...

PROF. DR. FAZLUR RAHMAN: CENDEKIAWAN MUSLIM NEO-MODERNIS

 Oleh Ahmad M. Sewang Fazlur Rahman Malik adalah seorang cendekiawan dan pemikir Muslim asal Pakistan yang dikenal luas karena gagasannya tentang neo-modernisme Islam serta metode penafsiran Al-Qur'an yang dikenal sebagai double movement atau gerakan ganda. Pemikirannya berusaha mempertemukan khazanah intelektual Islam dengan tantangan kehidupan modern melalui pendekatan historis, rasional, dan etis. Biografi Singkat Nama: Fazlur Rahman Malik Lahir: 21 September 1919, Hazara, wilayah barat laut anak benua India, yang kemudian menjadi bagian dari Pakistan. Wafat: 26 Juli 1988, Chicago, Illinois, Amerika Serikat. Fazlur Rahman dilahirkan dalam keluarga Muslim yang religius dan tumbuh dalam tradisi keilmuan Islam mazhab Hanafi. Ayahnya, Maulana Shihab ad-Din, adalah seorang ulama yang memiliki latar belakang pendidikan keislaman tradisional. Sejak kecil, Fazlur Rahman memperoleh pendidikan agama secara langsung dari keluarganya dan telah menghafal Al-Qur'an pada usia sekitar sepul...

SAYYID QUTB: PEMIKIR ISLAM DAN PENULIS TAFSIR FI ZILAL AL-QUR'AN

Oleh Ahmad M. Sewang Sayyid Qutb adalah seorang pemikir Islam, sastrawan, kritikus sastra, dan penulis tafsir Al-Qur'an terkemuka dari Mesir. Ia dikenal luas sebagai salah seorang tokoh penting Ikhwanul Muslimin yang pemikirannya memberikan pengaruh besar terhadap perkembangan gerakan Islam pada abad ke-20. Biografi Singkat Sayyid Qutb memiliki nama lengkap Sayyid Ibrahim Husain asy-Syadzili Qutb. Ia lahir pada 9 Oktober 1906 di Desa Musha, Provinsi Asyut, Mesir. Sejak muda, ia menunjukkan minat yang besar terhadap pendidikan, sastra, dan pemikiran keagamaan. Beliau menempuh pendidikan di Dar al-Ulum, Kairo, dan kemudian bekerja di lingkungan Kementerian Pendidikan Mesir. Pada masa awal kehidupannya, Sayyid Qutb dikenal sebagai penulis dan kritikus sastra.  Perjalanan intelektualnya kemudian berkembang ke arah pemikiran Islam dan persoalan sosial-politik. Pada 1948, ia berangkat ke Amerika Serikat untuk mempelajari bidang pendidikan. Setelah kembali ke Mesir, orientasi pemikirannya...

SYIKHUL ISLAM IBNU TAIMIYAH

  Oleh Ahmad M. Sewang  Ibnu Taimiyah adalah seorang ulama besar dan pemikir Islam terkemuka. Beliau lahir di Harran, Suriah, pada 10 Rabiulawal 661 Hijriah (1263 Masehi). Nama lengkap beliau adalah Taqiyuddin Ahmad bin Abdul Halim bin Taimiyah. Beliau dikenal sebagai Syaikhul Islam karena keluasan ilmunya dalam berbagai bidang keislaman seperti tafsir, hadis, fikih, dan akidah. Kehidupan Awal dan Keluarga Beliau tumbuh di keluarga ulama. Ayahnya (Syihabuddin bin Taimiyah) dan kakeknya (Majduddin Abul Barakat) adalah cendekiawan serta guru besar mazhab Hanbali. Hijrah ke Damaskus:  Pada tahun 667 H (1268 M), saat berusia enam tahun, beliau dan keluarganya pindah ke Damaskus, Suriah. Kepindahan ini dilakukan untuk menghindari serangan pasukan Mongol (Tartar) yang menyerang wilayah Irak dan sekitarnya. Kecerdasan Luar Biasa: Beliau sudah menghafal Al-Qur'an sejak usia muda dan menguasai berbagai cabang ilmu agama. Di usia 17 tahun, beliau sudah diberi kepercayaan untuk memb...

IHYA’ ULUM AL-DIN: MASTERPIECE HUJJATUL ISLAM, IMAM AL-GHAZALI

  Oleh Ahmad M. Sewang Ihya’ ‘Ulum al-Din merupakan salah satu karya monumental Abu Hamid Muhammad al-Ghazali (w. 505 H/1111 M), seorang ulama, teolog, filsuf, dan sufi yang sangat berpengaruh dalam sejarah intelektual Islam. Karya ini membahas kehidupan keagamaan manusia secara luas, meliputi ibadah, akhlak, kehidupan sosial, penyucian jiwa, dan perjalanan spiritual menuju kedekatan dengan Allah swt. Secara keseluruhan, Ihya’ ‘Ulum al-Din terdiri atas empat bagian besar (rub‘), yang masing-masing terbagi lagi ke dalam beberapa kitab: Bagian pertama (Rub‘ al-‘Ibadat) membahas berbagai bentuk ibadah, seperti ilmu dan kewajiban menuntut ilmu, thaharah, salat, zakat, puasa, haji, membaca Al-Qur’an, zikir, doa, serta berbagai bentuk ibadah lainnya. Bagian kedua (Rub‘ al-‘Adat) membahas kehidupan sosial dan kebiasaan manusia, antara lain adab makan dan minum, perkawinan, bekerja, mencari penghidupan, pergaulan, persahabatan, serta hubungan sosial lainnya. Bagian ketiga (Rub‘ al-Muhlikat...

IBN RUSYD: FILOSOF MUSLIM: BERJASA MENGHARMONIKAN HUBUNGAN WAHYU DAN AKAL

  Oleh Ahmad M. Sewang Profil Singkat dan Nama Lengkap. Abu al-Walid Muhammad ibn Ahmad ibn Muhammad ibn Rusyd (520–595 H/1126–1198 M) adalah salah seorang filosof dan ilmuwan Muslim terkemuka yang lahir di Cordoba, Andalusia. Di dunia Barat, ia dikenal dengan nama Averroes, dan mendapat julukan The Commentator karena ulasan-ulasannya yang luas dan berpengaruh terhadap karya-karya Aristoteles. Ibnu Rusyd berasal dari keluarga terhormat dan memiliki tradisi keilmuan yang kuat. Ayah dan kakeknya dikenal sebagai ulama dan pernah menduduki jabatan penting sebagai qadhi di Cordoba. Pendidikan dan Penguasaan Ilmu Ibnu Rusyd mempelajari berbagai cabang ilmu, baik ilmu-ilmu keislaman maupun ilmu-ilmu rasional. Ia menguasai fikih, ushul fikih, hadis, bahasa dan sastra Arab, matematika, astronomi, kedokteran, serta filsafat. Penguasaan berbagai bidang ilmu tersebut memperlihatkan keluasan wawasan intelektualnya. Ia tidak melihat ilmu agama dan ilmu rasional sebagai dua wilayah yang harus dip...

IBNU SINA: BAPAK KEDOKTERAN MODERN DUNIA

  Oleh Ahmad M. Sewang Mengenal Ibnu Sina Ibnu Sina, yang dikenal di dunia Barat dengan nama Avicenna, adalah salah seorang tokoh intelektual Muslim paling berpengaruh dalam sejarah ilmu pengetahuan pada Abad Pertengahan. Ia bukan hanya seorang ahli kedokteran, tetapi juga seorang filsuf, ilmuwan, dan pemikir yang memberikan pengaruh besar terhadap perkembangan ilmu pengetahuan, baik di dunia Islam maupun di Eropa. Nama lengkapnya adalah Abu ‘Ali al-Husayn ibn ‘Abd Allah ibn Sina. Ia lahir pada tahun 980 M di Afsyanah, dekat Bukhara, yang pada masa kini termasuk wilayah Uzbekistan. Ia wafat pada tahun 1037 M di Hamadan, Persia, dan dimakamkan di kota tersebut. Makam Ibnu Sina di Hamadan kemudian menjadi salah satu tempat yang penting untuk mengenang jasa besar tokoh ini. Pada pertengahan abad ke-20, kompleks makamnya dibangun kembali dan dilengkapi dengan fasilitas museum serta perpustakaan. Ibnu Sina memiliki kemampuan intelektual yang luar biasa. Ia menguasai berbagai bidang ilmu...

HARUN AL-RASYID: KHALIFAH ABBASIYAH YANG BEKEN

  Oleh Ahmad M. Sewang Harun al-Rasyid adalah khalifah kelima dari Kekhalifahan Abbasiyah. Ia memerintah dari tahun 786 hingga 809 M. Masa pemerintahannya sering dipandang sebagai salah satu periode penting dalam perkembangan peradaban Islam, khususnya dalam bidang ekonomi, perdagangan, ilmu pengetahuan, kebudayaan, dan hubungan diplomatik. Pada masa pemerintahannya, Baghdad berkembang menjadi salah satu pusat peradaban dunia. Kemajuan tersebut tidak hanya terjadi dalam bidang politik dan ekonomi, tetapi juga dalam kehidupan intelektual dan kebudayaan. Beberapa prestasi penting Harun al-Rasyid 1. Mendorong perkembangan ilmu pengetahuan Pada masa Harun al-Rasyid, kegiatan keilmuan dan penerjemahan berkembang pesat. Baghdad menjadi tempat berkumpulnya para ilmuwan dan intelektual dari berbagai latar belakang. Tradisi keilmuan inilah yang kemudian berkembang semakin pesat pada masa putranya, al-Ma'mun. Lembaga yang kemudian dikenal sebagai Baitul Hikmah berkembang menjadi salah satu p...

UMAR BIN ABD. AZIZ

Oleh Ahmad M. Sewang Umar bin Abd. Aziz adalah khalifah kedelapan dari Dinasti Umayyah yang memerintah dari tahun 717 hingga 720 M, atau sekitar 99–101 H. Ia dikenal sebagai pemimpin yang adil, jujur, sederhana, dan sangat memperhatikan kesejahteraan rakyat. Riwayat Singkat Lahir: Tahun 61 H atau sekitar 682 M di Madinah. Keturunan: Dari pihak ibunya, Laila binti Asim, ia merupakan keturunan Umar bin Khattab ra. Masa pemerintahan: Sekitar dua tahun lima bulan. Meskipun singkat, pemerintahannya membawa perubahan yang cukup besar dalam kehidupan masyarakat. Kebijakan dan Karakter Penting 1. Dikenal sebagai Khulafaur Rasyidin Kelima Umar bin Abd. Aziz sering disebut sebagai Khulafaur Rasyidin kelima. Sebutan ini bukan karena ia secara resmi termasuk dalam empat Khulafaur Rasyidin, melainkan karena corak kepemimpinannya dinilai memiliki banyak kesamaan dengan mereka, terutama dalam hal keadilan, kesederhanaan, amanah, dan keberpihakan kepada rakyat. 2. Menentang Korupsi dan Hidup Sederhana...

SAYA SEDIH: YUNIOR SAYA TIDAK MEMANFAATKAN KEHADIRAN ILMUWAN

Oleh Ahmad M. Sewang Membaca catatan Prof. WH, terus terang saya merasa sedih. Bukan karena ingin menyalahkan yunior saya, tetapi karena saya melihat ada kesempatan yang sangat berharga untuk memperluas wawasan keilmuan yang tampaknya belum dimanfaatkan secara maksimal. Apalagi kesempatan itu datang melalui seorang ilmuwan Australia, Campbell, yang memiliki pengalaman dan pengetahuan yang patut diperkenalkan kepada para mahasiswa. Ketika saya masih mendapat amanah sebagai Direktur Program Pascasarjana (PPs), saya sengaja mencari ilmuwan dan akademisi yang memiliki kelebihan di bidangnya untuk memberikan kuliah umum kepada mahasiswa. Bagi saya, kuliah umum merupakan salah satu cara penting untuk membuka wawasan mahasiswa agar mereka tidak hanya terpaku pada bidang spesialisasi yang sedang ditekuninya. Menurut saya, perkuliahan setidaknya memiliki dua fungsi. Pertama, perkuliahan di dalam kelas bertujuan memperdalam bidang keilmuan yang menjadi spesialisasi mahasiswa. Kedua, kuliah umum ...

ALI BIN ABI THALIB

  Oleh Ahmad M. Sewang Ali bin Abi Thalib adalah salah seorang sahabat utama Nabi Muhammad saw., sepupu sekaligus menantu beliau, dan khalifah keempat dalam sejarah Islam. Ali lahir di Makkah sekitar tahun 600 M dan wafat di Kufah pada Ramadan 40 H/661 M. Ia dikenal sebagai sosok yang cerdas, berani, adil, sederhana, dan memiliki kedalaman ilmu. Kelahiran dan Masa Kecil Ali bin Abi Thalib lahir dari pasangan Abu Thalib bin Abdul Muthalib dan Fatimah binti Asad. Karena kondisi ekonomi Abu Thalib yang cukup berat, Nabi Muhammad saw. turut merawat dan mendidik Ali sejak masa kanak-kanak. Ali tumbuh dalam lingkungan rumah tangga Nabi Muhammad saw. sehingga sejak kecil ia memperoleh pendidikan dan keteladanan langsung dari beliau. Salah Seorang yang Pertama Memeluk Islam Ali termasuk as-Sabiqun al-Awwalun, yaitu orang-orang yang paling awal menerima dan memeluk Islam. Ketika itu usianya masih sangat muda, sekitar sepuluh tahun. Kedekatan Ali dengan Rasulullah saw. membuatnya menjadi sal...

BAGAIMANA CARA AL GAZALI MENULIS BANYAK BUKU DI ABAD KE 12?

Oleh Ahmad M. Sewang Imam Al-Ghazali menulis 47 buku dalam usia relatif singkat, yaitu 54 tahun. Berkat kecerdasan luar biasa, daya ingat kuat, serta penguasaan ilmu. Ditunjang oleh kemajuan zaman itu, tempat kertas dan pusat ilmu sudah berkembang pesat.  Pada hal di abad ke-12 bisa dibayangkan begitu susahnya literatur untuk membaca. Dapat dipahami jika belum ada footnote masa itu. Beda dengan sekarang kepustakaan dapat dikata, sudah ada dalam satu genggaman berupa Hendpone. Faktor Utama Produktivitas Al-Ghazali Kejeniusan dan daya Ingat ingat yang kuat. Al-Ghazali memiliki daya hafal dan ketajaman berpikir tinggi sejak muda sehingga mampu merangkum berbagai disiplin ilmu dengan cepat. Fase Uzlah (Pengasingan Diri): Selama bertahun-tahun dalam pengembaraan dan perenungan spiritual, ia menggunakan waktu sunyi tersebut untuk merenung dan menuangkan gagasan murninya ke atas tulisan. Dukungan Tradisi Ilmiah: Pada abad ke-12 M, dunia Islam (terutama Persia dan Baghdad) telah mengenal i...

1. UMAR BIN KHATTAB

 1. UMAR BIN KHATTAB Oleh Ahmad M. Sewang  Umar bin Khattab (sekitar 584–644 M) adalah khalifah kedua dalam sejarah Islam dan salah seorang sahabat utama Nabi Muhammad saw. Ia dikenal sebagai pemimpin yang tegas, berani, adil, sederhana, serta memiliki kemampuan yang besar dalam mengelola pemerintahan.  Pada masa pemerintahannya, wilayah kekuasaan Islam berkembang dengan sangat pesat dan berbagai lembaga pemerintahan mulai ditata secara lebih sistematis. Masa Muda dan Penentangannya terhadap Islam Umar bin Khattab lahir di Makkah sekitar tahun 584 M dari Bani Adi, salah satu kabilah dalam suku Quraisy. Ia tumbuh sebagai seorang pemuda yang kuat, cerdas, berani, dan memiliki watak tegas. Kemampuan dan keberaniannya membuat ia disegani di kalangan masyarakat Quraisy. Sebelum memeluk Islam, Umar termasuk orang yang keras menentang dakwah Nabi Muhammad saw. Ia bahkan pernah berusaha menghalangi dan menekan kaum Muslimin yang masih lemah di Makkah.  Sikapnya pada masa itu...

AWAL TERJADINYA KONFLIK ANTARA SAINTIS DAN AGAMAWAN

Oleh Ahmad M. Sewang Pada awal abad ke-17, tepatnya sekitar tahun 1616, terjadi konflik antara pandangan ilmiah yang dikemukakan para saintis dan penafsiran doktrin keagamaan mengenai kedudukan bumi dan matahari dalam tata surya. Salah satu tokoh utama dalam konflik tersebut adalah Galileo Galilei, yang mendukung teori heliosentris, yakni pandangan bahwa bumi mengelilingi matahari. Pandangan ini pada saat itu dianggap bertentangan dengan penafsiran Kitab Suci yang secara umum dipahami dalam kerangka geosentris, yaitu bumi ditempatkan sebagai pusat alam semesta. Inti Permasalahan Galileo mendukung gagasan heliosentris yang sebelumnya dikemukakan oleh Nikolaus Kopernikus. Menurut teori tersebut, matahari merupakan pusat tata surya dan bumi bergerak mengelilinginya. Pandangan ini bertentangan dengan pandangan yang dominan dalam Gereja pada masa itu, yang masih mempertahankan sistem geosentris Ptolemaik dan menghubungkannya dengan penafsiran tertentu terhadap Kitab Suci. Pada tahun 1616, I...