Dr. Badruzzaman, S.Ag., M.Pd.

DR. BADRUZZAMAN PAT BADRUN, S.Ag., M.Pd.

06 Juli 2020

KHAZANAH SEJARAH: HIKMAH DI BALIK RUU HIP

by Ahmad M. Sewang

Mulanya penulis menetapkan untuk membatasi dulu menulis di medsos, paling tidak sekali seminggu, tetapi kelihaannya ada saja peristiwa yang memotivasi,  seperti RUU HIP. Dari aspek hisroris, Pancasila merupakan hasil kesepakatan para the founding faher (kalimatun sawa) yang berfungsi sebagai pemersatu bangsa yang multi kultural. jika pembahasan RUU HIP tetap diteruskan dikhawatirkan akan berubah menjadi pemecah belah dalam berbangsa. 

PDIP sekarang jadi bulan-bulanan hujatan karena ditengarai pengenisiatif RUU HIP, bukan hanya dari  meinstram ormas Islam, juga para purnawirawan, dan Persekutuan Gereja se Indonesia menolaknya. Namun PDIP tidak bisa menerima tuduhan itu, seperti disampaikan wakilnya di DPR RI, Dr. Ahmsd Basara, bahkan menurutnya, penginisiatif pertama datang dari praksi lain, tetapi setelah ditanya, siapa praksi itu? Mereka menjawab, "Ini rahasia untuk menjaga nama baik praksi tersebut." Penulis berpendapat PDIP-lah yang membiarkan dirinya jadi bulan-bulanan, karena mereka sendiri tidak ingin membuka siapa sesungguhnya penginisiatifnya. Sehingga orang tambah vuriga, jangan-jangan seperti kata pepatah, "Lempar batu sembunyi tangan," bahkan ada yang mulai memperolok-olokan, "Mana itu yang dulu selalu berteriak,  "Aku Indonesia, aku Pancasila?" Kenapa mereka pada bungkam?

Seharunya umat berterima jasih banyak kepada siapa pun penginisitsf RUU HIP, sebab ternyata di balik RUU itu terdapat hikmah yang tersembunyi dan istimewa bagi umat Islam. Mungkin karena keterbatasan pengetahuan, penulis baru menemukan umat bersatu  sepanjang sejarah Indonesia, "Inilah pertama kali  meinstram umat bersatu  dalam satu saf." Mereka yang tergabung dalam organisasi , MUI, NU, Muhammadiyah, dan organisasi-organisasi lainnya, dari pusat sampai ke daerah bersatu bulat menolak RUU HIP bahkan termasuk para purnawirawan dan Persekutuan Gereja Indinesia.

Wassalam,
Makassar, 27 Juni 2020

Tidak ada komentar:

252. CATATAN KAKI:HANYA TIGA POLISI JUJUR DI INDONESIA: PATUNG POLISI, POLISI TIDUR, DAN JENDERAL HOEGENG

by Ahmad M. Sewang  Demikian kelakar Abdurrahman Wahid alias Gus Dur. Dalam gurauannya itu, Presiden ke-4 RI itu bukan omong kosong. Jendera...