14 Agustus 2008

SEKILAS SEJARAH MASUKNYA ISLAM DI ALOR


Oleh : Badruzzaman

Agama risalah yang paling pertama masuk di Kabupaten Alor adalah Agama Islam. Agama yang diperkirakan masuk pada abad 16 Masehi (ada pula sumber yang menyatakan abad 14 Masehi) bersamaan dengan jayanya Kerajaan Islam di Ternate, Maluku yaitu masa kesultanan Sultan Ternate yang bernama Babullah. Islam masuk ke Alor dengan dibawah oleh seseorang bernama Iang Gogo bersama-sama dengan lima orang saudaranya (demikian dituturkan Bapak Saleh Pango Gogo, keturunan ke 13 Iang Gogo).
Mereka, akhirnya mendarat di Tanjung Bota Alor. Dalam penjalanan yang berbulan-bulan karena kekurangan persiapan bahan makanan terutama air, maka dengan kemampuan Iang Gogo yang diriwayatkan memiliki kemampuan ilmu kanuragan, menggunakan tongkat kesaktiannya menusuk tanah. Dan dari bekas tusukan itu keluar mata air, yang kemudian dinamakan Mata Air Banda. Saat ini tempat tersebut dinamakan Bota, Alila Kecamatan Alor Barat Daya. Sejarah membuktikan bahwa sampai saat ini mata air tersebut masih terdapat dipinggir pantai dan tetap dipergunakan oleh masyarakat.
Meskipun telah mendapatkan air di daerah yang gersang serta berbatu tersebut, namun para musyafir tidak ingin untuk menetap. Akhirnya kelima orang bersaudara tersebut melanjukan perjalanannya ke Pulau Pantar. Dalam perjalanan, mereka berkesempatan singgah di salah satu daerah kecil yang sekarang disebut Desa Aimoli, tempat berdiamnya Raja Baololong I. Mereka membangun persaudaraan dengan Raja Baololong.
Bentuk jalinan persaudaraan tersebut, sebelum mereka melanjutkan perjalanan, adalah kelima bersaudara mengadakan tukar menukar kenangan-kenangan dengan Raja Baololong I. Kenang-kenangan persaudaraaan berupa Moko (Nekara perunggu peninggalan Kebudayaan Dongson, Vietnam) yang diserahkan oleh Iang Gogo dan saudaranya sedangkan Raja Baololong membalas persahabatannya dengan menyerahkan Pisau.
Dari perjalanan ke Pulau Pantar khususnya ke Balagar kelima bersaudara meneruskan perjalanan ke Tuabang. Di Tuabang inilah mereka bersepakat untuk berpisah dengan masing-masing membawa sebuah Alquran (terbuat dari kulit kayu) dan pisau khitan, sebagai bekal menyiarkan Agama Islam. Ilyas Gogo menetap di Tuabang, Iang Gogo ke Alor Besar (tempat dimana Alquran Kulit Kayu disimpan dan dipelihara dengan baik hingga saat ini), Djou Gogo ke Baranusa, Boi Gogo ke Pulau Adonara (Lamahala) Flores Timur dan Kimalis Gogo ke Kui (Lerambaing) Kecamatan Alor Barat Daya. Di tempat masing-masing itulah kelima bersaudara melakukan tugas mulia yaitu menyiarkan Agama Islam kepada pada penduduk yang saat itu masih menganut kepercayaan lokal.
Dari awal kedatangan Iang Gogo di Alor Besar, Agama Islam mulai tersebar di Kabupaten Alor. Iang Gogo menyampaikan Alquran Kulit Kayu kepada Raja Baololong II, sekaligus melakukan aktifitas keagamaan sebagai Guru Agama Islam kepada penduduk dengan mengajarkan tata cara mengaji, shalat lima waktu, puasa zakat, berakhlak mulia dan lain-lain sekaligus sebagai juru khitan. Panyebaran Agama Islam saat ini hanya sebatas pada kawasan pesisir, sebagaimana persebaran komunitas Muslim di Kabupatern Alor sampai saat ini.

12 komentar:

Anonim mengatakan...

Terima kasih banyak Pak atas tulisannya. Ternyata NTT itu dahulunya negeri muslim juga ya ...

Likur mengatakan...

assalamualaikum..
pak sy minta bpk tolong teliti kembali masalah islam masuk ke pulau alor...
soalnya yang saya tau sebelum imam gogo masuk ke pulau alor, ada seorang ulama yang masuk lebih dulu, yang tahun nya sy kurang tau... beliau bernama mukhtar likur, yang menetap di baranusa....
dan alkuran yang menjadi buktinya pun ada di keluarga likur, yang selama ini tidak pernah dipublikasikan.... alkurannya pun berasal dari kulit kayu yang surat, juz dan ayatnya sendiri belum ada....
trims pak....
wassalamualaikum..

*Putra Alor*

Likur mengatakan...

Assalamualaikum...
pak... tolong di teliti lagi sejarah masuknya islam di pulau alor, karna masuknya islam ke alor sebelum datangnya imam gogo, ada imam yang lebih dulu masuk ke pulau pantar yakni baranusa.... jadi tlg dicari lagi infonya,,, dan juga kur'an kulit yang sekarang berada di alor besar itu, bukan satu2 nya kur'an kulit yang ada di alor... tapi ada kuran yg sekarang berada di baranusa, yang diperkirakan mungkin lebih tua dari yang berada di alor besar...karna nama surat, jus dan ayatnya belum ada..trims pak... wassalam.
*anak alor.*

BADRUZZAMAN mengatakan...

Buat Bahasa aceh: terima kasih atas responnya terhadap tulisan saya.

BADRUZZAMAN mengatakan...

Buat Pak Likur :
Wa alaikum salam. Terima kasih pak Likur. Saran bapak memberikan inspirasi kepada saya untuk lebih memperdalam kajian saya mengenai masuknya Islam di Alor.
Ketika saya ditugaskan oleh pimpinan saya untuk melakukan penelitian di Alor tahun 2004, dominan masyarakat Alor memahami bahwa proses masuknya Islam di Alor sangat terkait dengan Alquran tertua yang dibawa oleh Imam gogo itu. Karenanya, penelusuran saya terhadap masuknya Islam di ALor bermula dari Alquran tertua itu.
Namun informasi yang bapak Likur sampaikan akan kami jadikan pertimbangan yang penting untuk merenkonstruksi ulang sejarah masuknya Islam di Alor.
Kami memohon kepada Bapak Likur agar dapat memberikan data-data yang diketahui atau diperoleh mengenai perkembangan Islam mulai dari masuknya sampai saat ini di Alor.
Atas perhatian dan sumbangsi Bapak kami ucapkan banyak terima kasih. Saran dan sumbangsi bapak akan bermanfaat bagi tugas-tugas kelitbangan dalam lingkungan Departemen Agama.
Terima kasih atas saranya.

ps mengatakan...

alhamdulilah
ada sejrah tuk kami belajar terutama geerasi muda,
mohon juga diteliti karena setelh Iang gogo dengan al quran tua, ada Pua (Puang) Bilal dari Bone yang menyempurnakan Islam di Alor Besar, ada bukti sejarah yang bisa diperoleh.......terima kasih

noval mengatakan...

betul, setelah iang gogo, kemudian ada bangsawan dari bone bernama puang bilal yang menyempurnakan islam dan juga mengislamkan raja baololong di alor besar. makamnya pun ada di kampung adat alor besar, didekat pusurobong (rumah adat), tepatnya diatas rmauh salah satu keturunannya yakni Bpk.Rajab Laba.
karena begitu cintanya sang raja terhadap puang bilal, ketika sang ulama ini akan pulang ke bone, raja berusaha menahan keinginan puang bilal dengan memberikan kekuasaan atas tanah dan pulau2 sejauh mata memandang dari atas bukit sejarah, di kampung alor besar.beliau pun memperistri wanita asli alor.
keturunannya ada yang dimakamkan di ilawei alor timur

ivan verys mengatakan...

Makasih ya gan , blog ini sangat bermanfaat sekali .............




bisnistiket.co.id

Unknown mengatakan...

Assalamualaikum ,.likur

Damanhury Jab mengatakan...

Perlu diteliti lebih lanjut lagi Pak.
Karena ada beberapa Situs peninggalan dakwah penyebaran Islam yang belum tersentuh.
Mungkin hal ini sangat membutuhkan perhatian Khusus dari pemerintah Daerah terutama Departemen Agama dan Dinas Pendidikan.

BADRUZZAMAN mengatakan...

NOVAL dan PS: mohon maaf, saya terlambat merespons tanggapan anda. Terimakasih atas tanggapan anda. Saya kira memang sejarah penyebaran ajaran suatu agama tidak ada hentinya, termasuk agama Islam. Kami sangat meyakini bahwa terdapat banyak tokoh Muslim yang telah berjasa menyebar Islam di Alor. Bukan hanya Ian Gogo, tetapi juga Mukhtar Likur, dan juga Pulang Bilal dari Bone.
Kami sangat berterima kasih kepada pihak keluarga para tokoh agama itu atas inisiatifnya untuk menyampaikan bahwa leluhur nya merupakan salah satu penyebar agama Islam di Aor. Dan bantuan semacam ini yang kami harapkan, agar khazanah keagamaan dimasa lalu dapat terungkap yang nantinya akan dijadikan sebagai bahan pembelajaran untuk meningkatkan kebudayaan kita sebagai bangsa Indonesia.
Terimakasih, semoga Tuhan Yang Maha Kuasa merahmati kita semua.

Bob lamanepa mengatakan...

Assalamualaikum wr wb. Bang ada informasi ttg keadaan di lamahala saat boi gogo tiba disana? Oh iya bang ditunggu tulisan mengenai kajian ini lagi yg lebih lengkap bang.