KHAZANAH SEJARAH: DILARANG SALING MENYESATKAN DAN MENGAFIRKAN SESAMA MUSLIM (3)
by Ahmad M. Sewang Sikap tadlil (menesatkan) dan takfir (mengafirkan) mulanya bersumber dari intoleransi pada perbedaan dan klaim kebenaran. Satu-satunya kebenaran yang diakui, menurut paham ini, hanyalah kebenaran yang sama dengan paham mereka. Sementara al-Qardawi berpendapat, kebenaran itu bisa berbeda antara satu dengan yang lain, terutama menyangkut masalah furu dan masalah ijtihadiah. Kedua masalah itu, memungkinkan timbulnya perbedaan, sedang perbedaan itu adalah bahagian dari sunnatullah. Bahkan dikatakan, "Barang siapa yang berfantasi agar manusia hidup di dunia ini diseragamkan saja, baik pendapat atau pun kepercayaan, beliau berkata, لم يكن وقوعه (mustahil akan terjadi dalam realitas) atau sama dengan orang yang sedang bermimpi bahwa pada suatu saat matahari terbit di sebelah barat dan terbenam di sebelah timur, artinya ia sudah berkhayal melawan sunatullah." Keinginan untuk menyeragamkan semua pendapat manusia di dunia bertentangan dengan sunatullah. Di sinilah u...