Dr. Badruzzaman, S.Ag., M.Pd.

DR. BADRUZZAMAN PAT BADRUN, S.Ag., M.Pd.

23 Maret 2020

KHAZANAH SEJARAH: HIMBAUAN YANG DI-MISUNDERSTANDING


by Prof. Dr. H. Ahmad M. Sewang, MA

Himbauan pemerintah Iran, Fatwa Grand Syekh al-Azhar dan Fatwa Majlis Ulama Indonesia untuk meniadakan salat Jumat untuk sementara, pada hakikatnya berasal dari himbauan umum untuk menghindari keramaian. Karena salat Jumat dilakukan secara berjamaah atau dalam keramaian, maka salat jamaah pun demikian. Himbauan ini banyak  disalahpahami dengan mengatakan, "Benteng terbaik dalam melawan corona adalah masjid sebagai rumah Allah." Dalam Islam hukum salat Jumat bagi lelaki adalah wajib, namun jika salat Jumat ditiadakan karena dalam kondisi darurat untuk mencegah penularan wabah corona, maka Islam memberi jalan keluar dengan diganti dengan salat luhur di rumah.

Larangan ini berasal dari mengikuti keramaian berlaku pada seluruh umat beragama, seperti pelantikan keuskupan di NTT yang dihadiri ribuan jamaah dan Ijtima Majlis Tablig di Goa yang dihadiri delapan ribu jamaah. Saya mendapat sms dari seorang ulama yang saya kagumi, mohon maaf, saya menghindari menyebut identitas beliau untuk menjaga ketulusan hati beliau. Ulama itu berkatata, "Ayat Allah terbagi dua. Pertama, ada yang disebut ayat Quraniyah yang bisa dipelajari dari yang tersurat dalam al-Quran, maka hukumnya lebih banyak dikuasai para ulama sebagai pemilik otoritatif. Kedua, ayat Kauniyah yang bertebaran di alam semesta. Para sauntis yang pokus perhatiannya pada hukum-hukum alam akan menghasilkan ilmu sains yang disebut sunnatullah atau hukum alam."s Sunnatullah ini pasti, sesuai ukuran, dan tidak akan pernah berubah, seperti dalam QS al-Ahzab/62  disebutkan,  وَلَن تَجِدَ لِسُنَّةِ اللَّهِ تَبْدِيلًا
dan kamu sekali-kali tiada akan mendapati peubahan pada sunnah Allah. Di ayat lain disebutkan bahwa hukum alam itu diciptakan berdasarkan ukuran tertentu, seperti dalam QS al-Qamar/ 49:
إِنَّا كُلَّ شَيْءٍ خَلَقْنَاهُ بِقَدَرٍ
Sesungguhnya Kami menciptakan segala sesuatu menurut ukuran.
Kenapa besi bisa terbang? Kenapa corona sangat cepat menular pada social distancing atau jarak tertentu antara manusia? Sedang yang mempelajari ukuran atau jarak tertentu tadi adalah sainstis. Merekalah yang melahirkan pengetahuan yang disebut hukum alam. Merekalah yang mempelajari kadar atau ukuran tertentu, kenapa besi bisa terbang? Karena itu sainstis memiliki otoritatif dalam masalah corona, terutama sainstis di bidang kedokteran. Umumnya pemerintah mengikuti arahan sainstis, maka  berarti juga mengikuti hukum alam yang diperintahkan Allah swt. pada ayat kauniyah yang tersirat di semesta selama ini terabaikan oleh sebagian umat. Padahal perintah mempelajari ayat Kauniyah sama tekanannya dengan perintah mempelajari ayat Quraniyah.

Pada periode klasik Islam, terutama masa pemerintahan Harun al-Rasyid dan putranya al-Makmun mencapai apa yang disebut Goerge  Sarton, The Golden Age of Islam, عهد الذهب فى الاسلام atau masa keemasan Islam, karena masa itu terjadi integrasi keilmuan: antara ilmu agama dan sains, antara hukum Allah yang tersurat dalam al-Quan dan Sunnatullah yang tersirat di alam semesta. Semoga integrasi ini akan terwujud kembali seperti cita-cita ketika alih status pendirian UIN. 

Wassalam,
Makassar 24 Maret 2020

Tidak ada komentar:

252. CATATAN KAKI:HANYA TIGA POLISI JUJUR DI INDONESIA: PATUNG POLISI, POLISI TIDUR, DAN JENDERAL HOEGENG

by Ahmad M. Sewang  Demikian kelakar Abdurrahman Wahid alias Gus Dur. Dalam gurauannya itu, Presiden ke-4 RI itu bukan omong kosong. Jendera...