Postingan

6. PROF. DR. HAMKA: ULAMA BESAR INDONESIA ABAD KE-20

Oleh Ahmad M. Sewang A. Riwayat Hidup Singkat Prof. Dr. H. Abdul Malik Karim Amrullah, yang lebih dikenal dengan nama Buya Hamka, adalah ulama besar, mufasir, sastrawan, dan cendekiawan Muslim Indonesia yang memiliki pengaruh luas pada abad ke-20. Beliau lahir pada 17 Februari 1908 di Sungai Batang, Maninjau, Sumatra Barat, dan wafat di Jakarta pada 24 Juli 1981. Hamka berasal dari lingkungan keluarga ulama. Ayahnya, Haji Abdul Karim Amrullah, yang dikenal sebagai Haji Rasul, merupakan salah seorang tokoh pembaruan Islam di Minangkabau. Lingkungan keluarga dan perkembangan pemikiran Islam pada masanya turut membentuk kepribadian Hamka sebagai ulama yang memiliki perhatian besar terhadap pendidikan, dakwah, pemikiran Islam, dan kehidupan sosial masyarakat. Hamka dikenal sebagai sosok yang memiliki keluasan wawasan. Meskipun tidak menempuh seluruh jenjang pendidikan formal sebagaimana lazimnya kalangan akademisi pada masa kini, beliau mengembangkan pengetahuannya melalui kegiatan membaca...

5. K.H. HASYIM ASY'ARI: PENDIRI NAHDLATUL ULAM

 5. K.H. HASYIM ASY'ARI: PENDIRI NAHDLATUL ULAMA Oleh Ahmad M. Sewang A. Riwayat Hidup dan Latar Belakang Pendidikan K.H. Muhammad Hasyim Asy'ari adalah seorang ulama besar, pendidik, dan pejuang kemerdekaan Indonesia. Beliau dikenal sebagai pendiri Pondok Pesantren Tebuireng di Jombang, Jawa Timur, serta tokoh utama di balik berdirinya Nahdlatul Ulama (NU), salah satu organisasi Islam terbesar di Indonesia. Beliau lahir pada 14 Februari 1871 di Gedang, Jombang, Jawa Timur, dan wafat pada 25 Juli 1947. Di kalangan umat Islam, beliau dikenal dengan gelar Hadratussyaikh, yang secara umum dipahami sebagai penghormatan kepada seorang ulama besar dan guru para ulama. Hasyim Asy'ari tumbuh dalam lingkungan keluarga pesantren. Sejak muda, beliau menekuni ilmu-ilmu keislaman, seperti Al-Qur'an, hadis, fikih, tauhid, dan tasawuf. Untuk memperdalam pengetahuannya, beliau belajar kepada sejumlah ulama di berbagai pesantren di Jawa, kemudian melanjutkan perjalanan keilmuan ke Makka...

7. DR. MUHAMMAD NATSIR

 DR. MUHAMMAD NATSIR: Ulama, Cendekiawan Muslim, dan Negarawan Indonesia Oleh Ahmad M. Sewang A. Riwayat Hidup Singkat Mohammad Natsir, yang dikenal sebagai tokoh ulama, cendekiawan Muslim, politikus, dan pejuang kemerdekaan Indonesia, lahir pada 17 Juli 1908 di Alahan Panjang, Sumatra Barat, dan wafat di Jakarta pada 6 Februari 1993. Ia dikenal luas karena sumbangannya dalam bidang pemikiran Islam, pendidikan, dakwah, dan perjuangan mempertahankan keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Natsir tumbuh dalam lingkungan masyarakat Minangkabau yang memiliki tradisi keagamaan dan intelektual yang kuat. Ia menempuh pendidikan di Sumatra Barat sebelum melanjutkan pendidikan di Bandung. Di kota tersebut, ia memperluas pengetahuan tentang Islam sekaligus mempelajari persoalan sosial, pendidikan, dan kebangsaan. Salah satu tokoh yang memengaruhi perkembangan pemikirannya adalah Ahmad Hassan, seorang ulama dan pemikir Islam yang dikenal melalui organisasi Persatuan Islam (Persis)...

H.O.S. TJOKROAMINOTO: GURU BANGSA DAN PERINTIS KEMERDEKAAN INDONESIA

 Naskah Sejarah Cendekiawan Muslim Dunia dan Indonesia setelah melakukan perjalanan akademik ke Polmas dan Majene. Untuk kuliah umum di STAIN dan UNSULBAR dan diskusi di Tinambung. Membuat saya sadar jika saya memiliki keterbatasan, biasanya saya bisa tetap menulis. Tetapi ternyata saya perlu istirahat dan kemarin saya baru tiba di Makassar dan langsung menghadapi kenyataan bahwa saudara Ipar saya wafat yang membuat aktivitas saya menulis terhenti.  H.O.S. TJOKROAMINOTO: GURU BANGSA DAN PERINTIS KEMERDEKAAN INDONESIA Oleh Ahmad M. Sewang Haji Oemar Said (H.O.S.) Tjokroaminoto adalah salah seorang tokoh penting pergerakan nasional Indonesia. Ia dikenal sebagai pemimpin Sarekat Islam, pemikir pergerakan, dan guru bagi sejumlah tokoh yang kemudian memainkan peranan penting dalam sejarah bangsa Indonesia.  Melalui perjuangannya, ia berusaha membangkitkan kesadaran rakyat untuk memperjuangkan martabat, keadilan, dan kemerdekaan dari penjajahan kolonial Belanda. Profil Singkat ...

SYEKH ABDUL AZIZ BIN ABDULLAH BIN BAZ

 Oleh Ahmad M. Sewang Syekh Abdul Aziz bin Abdullah bin Baz adalah salah seorang ulama terkemuka Arab Saudi pada abad ke-20. Ia pernah menjabat sebagai Mufti Umum Kerajaan Arab Saudi dan dikenal luas melalui pengajaran, fatwa, ceramah, serta karya-karyanya dalam bidang akidah, fikih, dan persoalan keislaman. Situs resmi yang menghimpun warisan ilmiahnya mencatat bahwa beliau lahir di Riyadh pada 12 Dzulhijjah 1330 H dan dikenal karena keluasan ilmu serta pengabdiannya kepada umat. Biografi Singkat Nama: Abdul Aziz bin Abdullah bin Baz Lahir: 12 Dzulhijjah 1330 H/November 1912 M, di Riyadh, Arab Saudi. Pendidikan: Sejak kecil belajar Al-Qur'an dan ilmu-ilmu keislaman kepada sejumlah ulama. Kondisi fisik: Mengalami gangguan penglihatan sejak usia muda dan kemudian kehilangan penglihatannya secara total. Namun, keadaan tersebut tidak menghalanginya untuk terus belajar, mengajar, berdakwah, dan menghasilkan karya-karya keilmuan. Wafat: 13 Mei 1999 M/27 Muharram 1420 H, di Taif, Arab Sa...

PROF. DR. ALI SYARI’ATI: SOSIOLOG DAN CENDEKIAWAN DARI IRAN

 Oleh Ahmad M. Sewang Ali Syari’ati adalah seorang sosiolog, cendekiawan, dan pemikir Muslim asal Iran yang dikenal luas melalui gagasannya tentang sosiologi agama, pembaruan pemikiran Islam, keadilan sosial, dan pembebasan manusia. Pemikirannya banyak membahas hubungan antara Islam, masyarakat, sejarah, dan tanggung jawab manusia dalam mewujudkan kehidupan yang lebih adil. Biografi Singkat Lahir: 23 November 1933, di Mazinan, sebuah desa dekat Sabzevar, Provinsi Khorasan, Iran. Wafat: 18 Juni 1977, di Southampton, Inggris. Ayah: Muhammad Taqi Syari’ati, seorang ulama dan cendekiawan Muslim yang dikenal memiliki perhatian terhadap pembaruan pemikiran Islam. Ali Syari’ati tumbuh dalam lingkungan keluarga yang religius dan intelektual. Pendidikan awalnya ditempuh di Iran. Ia kemudian melanjutkan pendidikan tinggi dan pada tahun 1960 berangkat ke Prancis untuk melanjutkan studi. Di Universitas Sorbonne, Paris, ia memperoleh gelar doktor pada tahun 1964. Selama berada di Prancis, pemik...

PROF. DR. ABDUS SALAM: ILMUWAN MUSLIM PAKISTAN PERAIH NOBEL FISIKA

 Oleh Ahmad M. Sewang  Pada tahun 1964, ia turut mendirikan International Centre for Theoretical Physics (ICTP) di Trieste, Italia. Lembaga ini didirikan dengan tujuan membantu para ilmuwan, terutama dari negara-negara berkembang, Agar dapat mengembangkan kemampuan penelitian dan tetap terhubung dengan perkembangan ilmu pengetahuan internasional. Dengan demikian, Abdus Salam tidak hanya dikenal sebagai ilmuwan yang menghasilkan pemikiran penting dalam fisika teoretis, tetapi juga sebagai tokoh yang berusaha membuka kesempatan yang lebih luas bagi para ilmuwan dari negara-negara berkembang. Abdus Salam dan Perbedaan dalam Kehidupan Umat Islam Dalam pembahasan mengenai Abdus Salam, terdapat pula aspek kehidupan keagamaannya yang tidak dapat dilepaskan dari konteks sejarahnya. Abdus Salam merupakan seorang penganut Ahmadiyah. Hal ini merupakan bagian dari biografinya yang perlu disebutkan secara apa adanya, tanpa harus mengurangi penghargaan terhadap kontribusinya dalam pengemban...