Postingan

SYIKHUL ISLAM IBNU TAIMIYAH

  Oleh Ahmad M. Sewang  Ibnu Taimiyah adalah seorang ulama besar dan pemikir Islam terkemuka. Beliau lahir di Harran, Suriah, pada 10 Rabiulawal 661 Hijriah (1263 Masehi). Nama lengkap beliau adalah Taqiyuddin Ahmad bin Abdul Halim bin Taimiyah. Beliau dikenal sebagai Syaikhul Islam karena keluasan ilmunya dalam berbagai bidang keislaman seperti tafsir, hadis, fikih, dan akidah. Kehidupan Awal dan Keluarga Beliau tumbuh di keluarga ulama. Ayahnya (Syihabuddin bin Taimiyah) dan kakeknya (Majduddin Abul Barakat) adalah cendekiawan serta guru besar mazhab Hanbali. Hijrah ke Damaskus:  Pada tahun 667 H (1268 M), saat berusia enam tahun, beliau dan keluarganya pindah ke Damaskus, Suriah. Kepindahan ini dilakukan untuk menghindari serangan pasukan Mongol (Tartar) yang menyerang wilayah Irak dan sekitarnya. Kecerdasan Luar Biasa: Beliau sudah menghafal Al-Qur'an sejak usia muda dan menguasai berbagai cabang ilmu agama. Di usia 17 tahun, beliau sudah diberi kepercayaan untuk memb...

IHYA’ ULUM AL-DIN: MASTERPIECE HUJJATUL ISLAM, IMAM AL-GHAZALI

  Oleh Ahmad M. Sewang Ihya’ ‘Ulum al-Din merupakan salah satu karya monumental Abu Hamid Muhammad al-Ghazali (w. 505 H/1111 M), seorang ulama, teolog, filsuf, dan sufi yang sangat berpengaruh dalam sejarah intelektual Islam. Karya ini membahas kehidupan keagamaan manusia secara luas, meliputi ibadah, akhlak, kehidupan sosial, penyucian jiwa, dan perjalanan spiritual menuju kedekatan dengan Allah swt. Secara keseluruhan, Ihya’ ‘Ulum al-Din terdiri atas empat bagian besar (rub‘), yang masing-masing terbagi lagi ke dalam beberapa kitab: Bagian pertama (Rub‘ al-‘Ibadat) membahas berbagai bentuk ibadah, seperti ilmu dan kewajiban menuntut ilmu, thaharah, salat, zakat, puasa, haji, membaca Al-Qur’an, zikir, doa, serta berbagai bentuk ibadah lainnya. Bagian kedua (Rub‘ al-‘Adat) membahas kehidupan sosial dan kebiasaan manusia, antara lain adab makan dan minum, perkawinan, bekerja, mencari penghidupan, pergaulan, persahabatan, serta hubungan sosial lainnya. Bagian ketiga (Rub‘ al-Muhlikat...

IBN RUSYD: FILOSOF MUSLIM: BERJASA MENGHARMONIKAN HUBUNGAN WAHYU DAN AKAL

  Oleh Ahmad M. Sewang Profil Singkat dan Nama Lengkap. Abu al-Walid Muhammad ibn Ahmad ibn Muhammad ibn Rusyd (520–595 H/1126–1198 M) adalah salah seorang filosof dan ilmuwan Muslim terkemuka yang lahir di Cordoba, Andalusia. Di dunia Barat, ia dikenal dengan nama Averroes, dan mendapat julukan The Commentator karena ulasan-ulasannya yang luas dan berpengaruh terhadap karya-karya Aristoteles. Ibnu Rusyd berasal dari keluarga terhormat dan memiliki tradisi keilmuan yang kuat. Ayah dan kakeknya dikenal sebagai ulama dan pernah menduduki jabatan penting sebagai qadhi di Cordoba. Pendidikan dan Penguasaan Ilmu Ibnu Rusyd mempelajari berbagai cabang ilmu, baik ilmu-ilmu keislaman maupun ilmu-ilmu rasional. Ia menguasai fikih, ushul fikih, hadis, bahasa dan sastra Arab, matematika, astronomi, kedokteran, serta filsafat. Penguasaan berbagai bidang ilmu tersebut memperlihatkan keluasan wawasan intelektualnya. Ia tidak melihat ilmu agama dan ilmu rasional sebagai dua wilayah yang harus dip...

IBNU SINA: BAPAK KEDOKTERAN MODERN DUNIA

  Oleh Ahmad M. Sewang Mengenal Ibnu Sina Ibnu Sina, yang dikenal di dunia Barat dengan nama Avicenna, adalah salah seorang tokoh intelektual Muslim paling berpengaruh dalam sejarah ilmu pengetahuan pada Abad Pertengahan. Ia bukan hanya seorang ahli kedokteran, tetapi juga seorang filsuf, ilmuwan, dan pemikir yang memberikan pengaruh besar terhadap perkembangan ilmu pengetahuan, baik di dunia Islam maupun di Eropa. Nama lengkapnya adalah Abu ‘Ali al-Husayn ibn ‘Abd Allah ibn Sina. Ia lahir pada tahun 980 M di Afsyanah, dekat Bukhara, yang pada masa kini termasuk wilayah Uzbekistan. Ia wafat pada tahun 1037 M di Hamadan, Persia, dan dimakamkan di kota tersebut. Makam Ibnu Sina di Hamadan kemudian menjadi salah satu tempat yang penting untuk mengenang jasa besar tokoh ini. Pada pertengahan abad ke-20, kompleks makamnya dibangun kembali dan dilengkapi dengan fasilitas museum serta perpustakaan. Ibnu Sina memiliki kemampuan intelektual yang luar biasa. Ia menguasai berbagai bidang ilmu...

HARUN AL-RASYID: KHALIFAH ABBASIYAH YANG BEKEN

  Oleh Ahmad M. Sewang Harun al-Rasyid adalah khalifah kelima dari Kekhalifahan Abbasiyah. Ia memerintah dari tahun 786 hingga 809 M. Masa pemerintahannya sering dipandang sebagai salah satu periode penting dalam perkembangan peradaban Islam, khususnya dalam bidang ekonomi, perdagangan, ilmu pengetahuan, kebudayaan, dan hubungan diplomatik. Pada masa pemerintahannya, Baghdad berkembang menjadi salah satu pusat peradaban dunia. Kemajuan tersebut tidak hanya terjadi dalam bidang politik dan ekonomi, tetapi juga dalam kehidupan intelektual dan kebudayaan. Beberapa prestasi penting Harun al-Rasyid 1. Mendorong perkembangan ilmu pengetahuan Pada masa Harun al-Rasyid, kegiatan keilmuan dan penerjemahan berkembang pesat. Baghdad menjadi tempat berkumpulnya para ilmuwan dan intelektual dari berbagai latar belakang. Tradisi keilmuan inilah yang kemudian berkembang semakin pesat pada masa putranya, al-Ma'mun. Lembaga yang kemudian dikenal sebagai Baitul Hikmah berkembang menjadi salah satu p...

UMAR BIN ABD. AZIZ

Oleh Ahmad M. Sewang Umar bin Abd. Aziz adalah khalifah kedelapan dari Dinasti Umayyah yang memerintah dari tahun 717 hingga 720 M, atau sekitar 99–101 H. Ia dikenal sebagai pemimpin yang adil, jujur, sederhana, dan sangat memperhatikan kesejahteraan rakyat. Riwayat Singkat Lahir: Tahun 61 H atau sekitar 682 M di Madinah. Keturunan: Dari pihak ibunya, Laila binti Asim, ia merupakan keturunan Umar bin Khattab ra. Masa pemerintahan: Sekitar dua tahun lima bulan. Meskipun singkat, pemerintahannya membawa perubahan yang cukup besar dalam kehidupan masyarakat. Kebijakan dan Karakter Penting 1. Dikenal sebagai Khulafaur Rasyidin Kelima Umar bin Abd. Aziz sering disebut sebagai Khulafaur Rasyidin kelima. Sebutan ini bukan karena ia secara resmi termasuk dalam empat Khulafaur Rasyidin, melainkan karena corak kepemimpinannya dinilai memiliki banyak kesamaan dengan mereka, terutama dalam hal keadilan, kesederhanaan, amanah, dan keberpihakan kepada rakyat. 2. Menentang Korupsi dan Hidup Sederhana...

SAYA SEDIH: YUNIOR SAYA TIDAK MEMANFAATKAN KEHADIRAN ILMUWAN

Oleh Ahmad M. Sewang Membaca catatan Prof. WH, terus terang saya merasa sedih. Bukan karena ingin menyalahkan yunior saya, tetapi karena saya melihat ada kesempatan yang sangat berharga untuk memperluas wawasan keilmuan yang tampaknya belum dimanfaatkan secara maksimal. Apalagi kesempatan itu datang melalui seorang ilmuwan Australia, Campbell, yang memiliki pengalaman dan pengetahuan yang patut diperkenalkan kepada para mahasiswa. Ketika saya masih mendapat amanah sebagai Direktur Program Pascasarjana (PPs), saya sengaja mencari ilmuwan dan akademisi yang memiliki kelebihan di bidangnya untuk memberikan kuliah umum kepada mahasiswa. Bagi saya, kuliah umum merupakan salah satu cara penting untuk membuka wawasan mahasiswa agar mereka tidak hanya terpaku pada bidang spesialisasi yang sedang ditekuninya. Menurut saya, perkuliahan setidaknya memiliki dua fungsi. Pertama, perkuliahan di dalam kelas bertujuan memperdalam bidang keilmuan yang menjadi spesialisasi mahasiswa. Kedua, kuliah umum ...