Postingan

SAYA SEDIH: YUNIOR SAYA TIDAK MEMANFAATKAN KEHADIRAN ILMUWAN

Oleh Ahmad M. Sewang Membaca catatan Prof. WH, terus terang saya merasa sedih. Bukan karena ingin menyalahkan yunior saya, tetapi karena saya melihat ada kesempatan yang sangat berharga untuk memperluas wawasan keilmuan yang tampaknya belum dimanfaatkan secara maksimal. Apalagi kesempatan itu datang melalui seorang ilmuwan Australia, Campbell, yang memiliki pengalaman dan pengetahuan yang patut diperkenalkan kepada para mahasiswa. Ketika saya masih mendapat amanah sebagai Direktur Program Pascasarjana (PPs), saya sengaja mencari ilmuwan dan akademisi yang memiliki kelebihan di bidangnya untuk memberikan kuliah umum kepada mahasiswa. Bagi saya, kuliah umum merupakan salah satu cara penting untuk membuka wawasan mahasiswa agar mereka tidak hanya terpaku pada bidang spesialisasi yang sedang ditekuninya. Menurut saya, perkuliahan setidaknya memiliki dua fungsi. Pertama, perkuliahan di dalam kelas bertujuan memperdalam bidang keilmuan yang menjadi spesialisasi mahasiswa. Kedua, kuliah umum ...

ALI BIN ABI THALIB

  Oleh Ahmad M. Sewang Ali bin Abi Thalib adalah salah seorang sahabat utama Nabi Muhammad saw., sepupu sekaligus menantu beliau, dan khalifah keempat dalam sejarah Islam. Ali lahir di Makkah sekitar tahun 600 M dan wafat di Kufah pada Ramadan 40 H/661 M. Ia dikenal sebagai sosok yang cerdas, berani, adil, sederhana, dan memiliki kedalaman ilmu. Kelahiran dan Masa Kecil Ali bin Abi Thalib lahir dari pasangan Abu Thalib bin Abdul Muthalib dan Fatimah binti Asad. Karena kondisi ekonomi Abu Thalib yang cukup berat, Nabi Muhammad saw. turut merawat dan mendidik Ali sejak masa kanak-kanak. Ali tumbuh dalam lingkungan rumah tangga Nabi Muhammad saw. sehingga sejak kecil ia memperoleh pendidikan dan keteladanan langsung dari beliau. Salah Seorang yang Pertama Memeluk Islam Ali termasuk as-Sabiqun al-Awwalun, yaitu orang-orang yang paling awal menerima dan memeluk Islam. Ketika itu usianya masih sangat muda, sekitar sepuluh tahun. Kedekatan Ali dengan Rasulullah saw. membuatnya menjadi sal...

BAGAIMANA CARA AL GAZALI MENULIS BANYAK BUKU DI ABAD KE 12?

Oleh Ahmad M. Sewang Imam Al-Ghazali menulis 47 buku dalam usia relatif singkat, yaitu 54 tahun. Berkat kecerdasan luar biasa, daya ingat kuat, serta penguasaan ilmu. Ditunjang oleh kemajuan zaman itu, tempat kertas dan pusat ilmu sudah berkembang pesat.  Pada hal di abad ke-12 bisa dibayangkan begitu susahnya literatur untuk membaca. Dapat dipahami jika belum ada footnote masa itu. Beda dengan sekarang kepustakaan dapat dikata, sudah ada dalam satu genggaman berupa Hendpone. Faktor Utama Produktivitas Al-Ghazali Kejeniusan dan daya Ingat ingat yang kuat. Al-Ghazali memiliki daya hafal dan ketajaman berpikir tinggi sejak muda sehingga mampu merangkum berbagai disiplin ilmu dengan cepat. Fase Uzlah (Pengasingan Diri): Selama bertahun-tahun dalam pengembaraan dan perenungan spiritual, ia menggunakan waktu sunyi tersebut untuk merenung dan menuangkan gagasan murninya ke atas tulisan. Dukungan Tradisi Ilmiah: Pada abad ke-12 M, dunia Islam (terutama Persia dan Baghdad) telah mengenal i...

1. UMAR BIN KHATTAB

 1. UMAR BIN KHATTAB Oleh Ahmad M. Sewang  Umar bin Khattab (sekitar 584–644 M) adalah khalifah kedua dalam sejarah Islam dan salah seorang sahabat utama Nabi Muhammad saw. Ia dikenal sebagai pemimpin yang tegas, berani, adil, sederhana, serta memiliki kemampuan yang besar dalam mengelola pemerintahan.  Pada masa pemerintahannya, wilayah kekuasaan Islam berkembang dengan sangat pesat dan berbagai lembaga pemerintahan mulai ditata secara lebih sistematis. Masa Muda dan Penentangannya terhadap Islam Umar bin Khattab lahir di Makkah sekitar tahun 584 M dari Bani Adi, salah satu kabilah dalam suku Quraisy. Ia tumbuh sebagai seorang pemuda yang kuat, cerdas, berani, dan memiliki watak tegas. Kemampuan dan keberaniannya membuat ia disegani di kalangan masyarakat Quraisy. Sebelum memeluk Islam, Umar termasuk orang yang keras menentang dakwah Nabi Muhammad saw. Ia bahkan pernah berusaha menghalangi dan menekan kaum Muslimin yang masih lemah di Makkah.  Sikapnya pada masa itu...

AWAL TERJADINYA KONFLIK ANTARA SAINTIS DAN AGAMAWAN

Oleh Ahmad M. Sewang Pada awal abad ke-17, tepatnya sekitar tahun 1616, terjadi konflik antara pandangan ilmiah yang dikemukakan para saintis dan penafsiran doktrin keagamaan mengenai kedudukan bumi dan matahari dalam tata surya. Salah satu tokoh utama dalam konflik tersebut adalah Galileo Galilei, yang mendukung teori heliosentris, yakni pandangan bahwa bumi mengelilingi matahari. Pandangan ini pada saat itu dianggap bertentangan dengan penafsiran Kitab Suci yang secara umum dipahami dalam kerangka geosentris, yaitu bumi ditempatkan sebagai pusat alam semesta. Inti Permasalahan Galileo mendukung gagasan heliosentris yang sebelumnya dikemukakan oleh Nikolaus Kopernikus. Menurut teori tersebut, matahari merupakan pusat tata surya dan bumi bergerak mengelilinginya. Pandangan ini bertentangan dengan pandangan yang dominan dalam Gereja pada masa itu, yang masih mempertahankan sistem geosentris Ptolemaik dan menghubungkannya dengan penafsiran tertentu terhadap Kitab Suci. Pada tahun 1616, I...

MANUSIA SEDANG HIDUP DALAM PERUBAHAN (8)

Oleh Ahmad M. Sewang Teori perubahan Peter Russell berfokus pada akselerasi evolusi dan transformasi kesadaran manusia dalam menghadapi krisis global akibat perubahan zaman yang bergerak secara eksponensial. Sebagai yang telah ditulis bahwa Peter Russell berteori bahwa manusia sedang dalam prrubahan bersamaan dengan ditemukannya tulisan pada tahun pertama Masehi. Mulanya perubahan itu sangat lambat baik volume atau pun pelipetgandaan bahkan awalnya memakan waktu 5000 tahun baru terjadi pelipatgandaan. Tetapi, semakin ke sini, semakin cepat perubahan itu. Sekarang, hanya memerlukan waktu 1,8 tahun terjadi lagi pelipatgandaan bahkan laporan terakhir lebih cepat lagi. Di samping lebih cepat, juga lebih comprt atau lebih berkualitas dan lebih dinikmati. Agar lebih meyakinkan para pembaca. Alangkah baiknya jika saya memperkenalkan, siapa itu Peter Russell dan bagaimana biografinya? Latar Belakang: Peter Russell adalah seorang ilmuwan, penulis, dan pembicara asal Inggris yang dikenal sebagai...

MANUSIA SEDANG HIDUP DALAM PERUBAHAN (7)

Oleh Ahmad M. Sewang Saya masih ingat ketika masih remaja, sekitar usia 15 tahun, saat duduk di Tsanawiah pada tahun 1967. Pada waktu itu, hampir semua ulama di kampung  berpaham teologi Asy'ariyah dan memandang paham Mu'tazilah sebagai paham yang sesat dan harus dihindari. Paham Asy'ariyah lebih menekankan pada kekuasaan mutlak Tuhan, dengan berpegang pada ayat Al-Qur'an, antara lain: “Sesungguhnya Allah Mahakuasa atas segala sesuatu.” Namun, setelah melanjutkan studi di Program Pascasarjana IAIN Syarif Hidayatullah Jakarta, kami mulai mempelajari sejarah pemikiran teologi Islam lainnya, termasuk teologi rasional Mu'tazilah. Dalam pemikiran Mu'tazilah, seakan-akan Tuhan memberikan ruang yang luas kepada manusia untuk menjalankan hukum alam atau sunnatullah. Pandangan ini juga memiliki dasar dalam Al-Qur'an bahwa Allah tidak akan mengubah ketetapan-Nya atau hukum-Nya yang berlaku di alam semesta.  Selain itu, terdapat pula ayat-ayat yang mendorong manusia un...