MANUSIA SEDANG HIDUP DALAM PERUBAHAN (7)
Oleh Ahmad M. Sewang Saya masih ingat ketika masih remaja, sekitar usia 15 tahun, saat duduk di Tsanawiah pada tahun 1967. Pada waktu itu, hampir semua ulama di kampung berpaham teologi Asy'ariyah dan memandang paham Mu'tazilah sebagai paham yang sesat dan harus dihindari. Paham Asy'ariyah lebih menekankan pada kekuasaan mutlak Tuhan, dengan berpegang pada ayat Al-Qur'an, antara lain: “Sesungguhnya Allah Mahakuasa atas segala sesuatu.” Namun, setelah melanjutkan studi di Program Pascasarjana IAIN Syarif Hidayatullah Jakarta, kami mulai mempelajari sejarah pemikiran teologi Islam lainnya, termasuk teologi rasional Mu'tazilah. Dalam pemikiran Mu'tazilah, seakan-akan Tuhan memberikan ruang yang luas kepada manusia untuk menjalankan hukum alam atau sunnatullah. Pandangan ini juga memiliki dasar dalam Al-Qur'an bahwa Allah tidak akan mengubah ketetapan-Nya atau hukum-Nya yang berlaku di alam semesta. Selain itu, terdapat pula ayat-ayat yang mendorong manusia un...