FOOTNOTE HISTORIS: OBJEKTIVITAS SEORANG POLITISI, MUNGKINKAH
by Ahmad M. Sewang Menjawab pertanyaan pada judul artikel hari ini, bisa dilihat pada debat di tv, seperti Dua Sisi yang dipandu oleh Dwi Anggia di tv One atau pembawa Tall Show, Rosiana Silalahi di Kompas tv, dan Polical Show yang dipandu Rivana Pratiwi di CNN. Memperhatikan para peserta debat di atas seakan politisi bertindak sebagai seorang marketing politik yang sangat sulit objektive, dia bag penjual kecap yang tidak ada kekurangannya, semua nomor satu, walau sudah ada kecap yang abal-abal di pasaran. Tidak heran jika seorang politisi Prancis sekaligus Perdana Menteri pertamanya, Charles de Gaulle, berkata, "Saya heran jika orang percaya apa yang saya sampaikan, sebab saya sendiri tidak percaya." Dalam pandangan budaya Bugis, dikenal ungkapan dalam sebuah narasi bahwa politisi digambarkan, "Balle-balle pammulanna, ceko-ceko ri tanggana, pettu perru ricappana." Politik diaawali dengan kebohongan, dipenuhi tipuan ditengahnya, dan diakhiri dengan pengkhianatan. D...