SYIKHUL ISLAM IBNU TAIMIYAH

 Oleh Ahmad M. Sewang 

Ibnu Taimiyah adalah seorang ulama besar dan pemikir Islam terkemuka. Beliau lahir di Harran, Suriah, pada 10 Rabiulawal 661 Hijriah (1263 Masehi).

Nama lengkap beliau adalah Taqiyuddin Ahmad bin Abdul Halim bin Taimiyah. Beliau dikenal sebagai Syaikhul Islam karena keluasan ilmunya dalam berbagai bidang keislaman seperti tafsir, hadis, fikih, dan akidah.

Kehidupan Awal dan Keluarga

Beliau tumbuh di keluarga ulama. Ayahnya (Syihabuddin bin Taimiyah) dan kakeknya (Majduddin Abul Barakat) adalah cendekiawan serta guru besar mazhab Hanbali.

Hijrah ke Damaskus: 

Pada tahun 667 H (1268 M), saat berusia enam tahun, beliau dan keluarganya pindah ke Damaskus, Suriah. Kepindahan ini dilakukan untuk menghindari serangan pasukan Mongol (Tartar) yang menyerang wilayah Irak dan sekitarnya.

Kecerdasan Luar Biasa: Beliau sudah menghafal Al-Qur'an sejak usia muda dan menguasai berbagai cabang ilmu agama. Di usia 17 tahun, beliau sudah diberi kepercayaan untuk memberikan fatwa. 

Kiprah dan Pemikiran Ulama Mujahid: 

Ibnu Taimiyah tidak hanya aktif mengajar dan menulis, tetapi juga ikut turun tangan memimpin atau memotivasi umat Islam dalam melawan serbuan tentara Mongol di Syam.

Pemurnian Ajaran Islam: Beliau sangat vokal menyerukan kembali kepada pemahaman Al-Qur'an dan As-Sunnah sesuai dengan metode generasi awal Islam (salaf), serta menentang berbagai praktik bid'ah dan taklid buta.Karya Tulis.

Beliau menghasilkan ratusan karya tulis monumental dalam bidang akidah, tafsir, dan sanggahan terhadap aliran pemikiran yang dianggap menyimpang. Di antara kitabnya yang terkenal adalah Majmu' Fatawa dan Al-Sharim al-Maslul.

Ujian dan Wafat di Penjara Karena keteguhan prinsip dan perbedaan pendapat dengan penguasa serta sebagian ulama sezamannya mengenai masalah fikih dan teologi, Ibnu Taimiyah beberapa kali harus mendekam di dalam penjara di Kairo dan Damaskus.

Beliau wafat di dalam penjara di Benteng Damaskus pada malam Senin, 20 Dzulqadah 728 Hijriah (1328 Masehi) dalam usia 67 tahun, saat tengah tekun membaca Al-Qur'an. Daftar karya kitab yang pernah beliau tulis dan Pengaruh pemikirannya terhadap gerakan Islam modern.

Kekuatan pemikiran Ibnu Taymiyah adalah kritik keras terhadap metode ta'wîl menyarankan untuk memahami ajaran agama dengan cara menerima pesannya dan meyakini.

Menurut hasil penelitian disertasi Prof. Dr. Nurcholish Madjid bahwa yang membuat Ibnu Taimiah kurang terkenal karena sangat rigit dalam  memahami agama. Suatu hari beliau khatib. Untuk mencontohkan bagaimana Tuhan turun ke bumi. Ibnu Taimiyah turun dari atas mimbar ke pelataran masjid untuk mencontohkan Tuhan turun ke Bumi. Itulah contoh pemahaman keagamaan yang rigit Ibnu Taimiah. Itulah contoh nyats catatan saya di kelas ketika Nurkhalish Madjid mengajar di PPs Jakarta.


Wasalam, 

Kompleks GFM, 21 Sept. 2026

Komentar

Postingan populer dari blog ini

SISTEM KEKERABATAN ORANG BUGIS, MAKASSAR, MANDAR DAN TORAJA

SEKILAS SEJARAH MASUKNYA ISLAM DI ALOR

STRATIFIKASI SOSIAL MASYARAKAT SULAWESI SELATAN